Kamis, 07 Januari 2016



A.    Pengertian Belajar dan Pembelajaran
·   Belajar
         “Belajar” pernah dipandang sebagai proses penambahan pengetahuan. Belajar merupakan kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap jenjang pendidikan. Dalam keseluruhan proses pendidikan,  kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dan penting dalam keseluruhan proses pendidikan.
        Belajar adalah proses atau usaha yang dilakukan tiap individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan maupun sikap dan nilai yang positif sebagai pengalaman untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari. Kegiatan belajar tersebut ada yang dilakukan di sekolah, di rumah, dan di tempat lain seperti di museum, di laboratorium, di hutan dan dimana saja. Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Sebagai tindakan maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri dan akan menjadi penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar.
        Menurut Gagne dalam Whandi (2007) belajar di definisikan sebagai “suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya akibat suatu pengalaman”. Slameto (2003: 5) menyatakan belajar adalah “suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh  suatu perubahan tingkah laku  yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”. 
·   Pembelajaran
Pembelajaran mengandung makna adanya kegiatan mengajar dan belajar, di mana pihak yang mengajar adalah guru dan yang belajar adalah siswa yang berorientasi pada kegiatan mengajarkan materi yang berorientasi pada pengembangan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa sebagai sasaran pembelajaran. Dalam proses pembelajaran akan mencakup berbagai komponen lainnya, seperti media, kurikulum, dan fasilitas pembelajaran. 
       Pembelajaran merupakan suatu proses kegiatan yang memungkinkan guru dapat mengajar dan siswa dapat menerima materi pelajaran yang diajarkan oleh guru secara sistematik dan saling mempengaruhi dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang diinginkan pada suatu lingkungan belajar.
       Arikunto (1993: 12) mengemukakan “pembelajaran adalah suatu kegiatan yang mengandung terjadinya proses penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap oleh subjek yang sedang belajar”. Lebih lanjut Arikunto (1993: 4) mengemukakan bahwa “pembelajaran adalah bantuan pendidikan kepada anak didik agar mencapai kedewasaan di bidang pengetahuan, keterampilan dan sikap”. 
B.    Metode Pembelajaran
1. Metode Lecturing (Ceramah).
 
Yaitu teknik pembelajaran menggunakan presentasi secara lisan mengenai suatu fakta, dalil dan prinsip-prinsip kepada siswa.
 
2. Metode Drill atau latihan.
 
Yaitu teknik pembelajaran menggunakan kegiatan secara teratur yang berulangkali dengan tujuan untuk menguasai pengetahuan atau skill tertentu.

3. Metode Program Komputer (CAI=Computer Assisted Intruction)
 
yaitu teknik pembelajaran menggunakan program komputer. Misalnya pembelajaran Teknik Akuntansi Keuangan menggunakan program DEA.
 
4. Metode Demonstrasi (Demonstration).
 
Yaitu teknik pembelajaran menggunakan contoh riil untuk menunjukkan proses mengerjakan sesuatu. Misalnya pembelajaran teknik merawat wajah dengan produk kosmetika tertentu dengan demo.
 
5. Metode Observasi Terarah (Directed Observation).
 
Yaitu teknik pembekajaran menggunakan kegiatan pengamatan terarah untuk meningkatkan pengertian, pengetahuan, pada penilaian terhadap obyek tertentu. Misalnya pembelajaran teknik promosi dengan mengamati Iklan sebuah produk.
 
6. Metode Tutorial.
 
Yaitu teknik pembelajaran dimana pembelajaran diberikan secara individual dengan hubungan langsung antara guru dan siswa. Model ini biasanya diberikan juga dengan modul atau materi tertulis yang diberikan guru.
 
7. Metode Gaming (Permainan).
 
Yaitu teknik pembelajaran menggunakan kompetisi fisik dan dan mental sesuai dengan peraturan permainan yang ditetapkan. Misalnya pembelajaran keberanian mengambil risiko dengan rapling dan terjun ke laut (out bound).
 
8. Metode Simulasi.
 
Yaitu teknik pembelajaran di mana siswa harus menirukan situasi kejadian yang senyatanya. Misalnya simulasi cara menanggapi keberatan (komplin) konsumen menggunakan komunikasi via telepon.
 
9. Metode Diskusi.
 
Yaitu teknik pembelajaran menggunakan saling tukar pendapat mengenai suatu topik atau masalah untuk akhirnya diambil suatu kesimpulan.
 
10. Metode Drama.
 
Yaitu teknik pembelajaran menggunakan penafsiran secara ekspresif (menggunakan kata dan tindakan) terhadap suatu konsep, ide atau peran.
 
11. Metode Eksperimen.
 
Yaitu teknik pembelajaran menggunakan proses yang terencana, dengan pemberian treatment (perlakuan) tertentu pada obyek serta kontrol terhadap terhadap variasi perubahan dan diikuti dengan pengamatan terhadap hasilnya, sehingga dapat menilai benar tidaknya suatu hipotesis.
 
12. Metode Field Experience (pengalamana Lapangan).
 
Yaitu teknik pembelajaran menggunakan praktik sesungguhnya di lapangan kerja.
 
13. Metode Laboratorium Experience.
 
Yaitu teknik pembelajaran menggunakan fasilitas lab. untuk mempraktikan teori dengan melalui percobaan maupun riset.
 
14. Metode Modeling and Imitation (metode tiruan).
 
Yaitu teknik pembelajaran menggunakan model atau tiruan suatu obyek untuk latihan dan meningkatkan keterampilan. Misal pembelajaran teknik pajangan/etalase dengan tiruan.
 
15. Metode Problem solving.
 
Yaitu teknik pembelajaran menggunakan masalah yang harus dicari alternatif pemecahannya oleh siswa dan melakukan testing atas alternatif pemecahan tersebut. Contohnya pembelajaran tentang Harga Pokok dengan Jobsheet.
 
16. Metode Pembelajaran Terprogram (Program Instruction).
 
Yaitu teknik pembelajaran setapak demi setapak sesuai kecepatan (akselerasi) masing-masing siswa. Biasanya metode ini diberikan dengan modul kemnudian siswa harus menjawab pertanyaan yang diajukan dan mencocokannya dengan kunci jawaban yang tersedia, benar/salahnya jawaban (respon) yang ia berikan.
 
17. Metode Project Work (Kerja Proyek).
 
Yaitu teknik pembelajaran untuk memperdalam pemahaman, keterampilan, penemuan dan pemecahan masalah dengan pemagangan di suatu lembaga (misalnya perusahaan) dan menyusun laporan secara tertulis.
 
18. Metode Resitasi (pelaporan).
 
Yaitu teknik pembelajaran, dimana siswa (individual atau kelompok) mempelajari suatu topik tertentu dan laporan hasilnya disampaikan kepada siswa lainnya.
 
19. Metode Inquiry (menemukan sendiri).
 
Yaitu teknik pembelajaran di mana siswa hanya diberi topik tertentu, kemudian siswa diminta mencari apa masalah yang ada di balik topik itu, kemudian mengkaji sendiri teori yang relevan, menyusun hipotesis dan mengujinya hingga menemukan hasil kesimpulannya sendiri. Contohnya siswa diminta meneliti tentang bankrutnya bisnis peternakan ayam ras di Yogyakarta. 

thank you...............

12 komentar:

  1. Thanks material you post adds to my knowledge, especially for teachers

    BalasHapus
  2. thank you sintha febriani for sharing material about teaching and learning, this material help me for finish my assignment, good luck ,

    BalasHapus
  3. makasih ya kak atas materinya, menurut kaka dari sekian bnyak metode pembelajaran di atas, metode apa yang bagus untuk di gunakan dalam pembelajaran? soalnya aku ada tugas kak dari sekolah di suruh pilih metode yang bagus dan menarik dalam pembelajaran, makasih kak mohon di jawab ya

    BalasHapus
  4. Mnurut sya metode inquiry, Karena metode trsbut lebih ke individual dan siswa jga dtuntut untuk aktf dan kritis. Contohnya siswa dberi sbuah topik kmudian siswa trbut yg mncari dan mgkaji sndiri. Jika ada yg mau dtnyakan lgi slahkan, sya siap mmbantu.

    BalasHapus
  5. izin share yah kak.. ur topic is nice .

    BalasHapus
  6. good.....salam kenal kak,,,di tunggu materi selanjutx,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks, iya nanti di post lagi yang barunya

      Hapus
  7. ternyata dalam pembelajaran terdapat banyak metodenya

    BalasHapus