A. Pengertian
Belajar dan Pembelajaran
· Belajar
“Belajar”
pernah dipandang sebagai proses penambahan pengetahuan. Belajar merupakan
kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap
jenjang pendidikan. Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan belajar
merupakan kegiatan yang paling pokok dan penting dalam keseluruhan proses
pendidikan.
Belajar
adalah proses atau usaha yang dilakukan tiap individu untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan maupun sikap
dan nilai yang positif sebagai pengalaman untuk mendapatkan sejumlah kesan dari
bahan yang telah dipelajari. Kegiatan belajar tersebut ada yang dilakukan di
sekolah, di rumah, dan di tempat lain seperti di museum, di laboratorium, di
hutan dan dimana saja. Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang
kompleks. Sebagai tindakan maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri dan
akan menjadi penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar.
Menurut Gagne dalam Whandi (2007)
belajar di definisikan sebagai “suatu proses dimana suatu organisme berubah
perilakunya akibat suatu pengalaman”. Slameto (2003: 5) menyatakan belajar
adalah “suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil
pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.
·
Pembelajaran
Pembelajaran
mengandung makna adanya kegiatan mengajar dan belajar, di mana pihak yang
mengajar adalah guru dan yang belajar adalah siswa yang berorientasi pada
kegiatan mengajarkan materi yang berorientasi pada pengembangan pengetahuan,
sikap, dan keterampilan siswa sebagai sasaran pembelajaran. Dalam proses
pembelajaran akan mencakup berbagai komponen lainnya, seperti media, kurikulum,
dan fasilitas pembelajaran.
Pembelajaran merupakan
suatu proses kegiatan yang memungkinkan guru dapat mengajar dan siswa dapat
menerima materi pelajaran yang diajarkan oleh guru secara sistematik dan saling
mempengaruhi dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang
diinginkan pada suatu lingkungan belajar.
Arikunto (1993: 12)
mengemukakan “pembelajaran adalah suatu kegiatan yang mengandung terjadinya
proses penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap oleh subjek yang sedang
belajar”. Lebih lanjut Arikunto (1993: 4) mengemukakan bahwa “pembelajaran
adalah bantuan pendidikan kepada anak didik agar mencapai kedewasaan di bidang
pengetahuan, keterampilan dan sikap”.
B. Metode
Pembelajaran
1. Metode Lecturing (Ceramah).
Yaitu
teknik pembelajaran menggunakan presentasi secara lisan mengenai suatu fakta,
dalil dan prinsip-prinsip kepada siswa.
2. Metode Drill atau latihan.
Yaitu
teknik pembelajaran menggunakan kegiatan secara teratur yang berulangkali
dengan tujuan untuk menguasai pengetahuan atau skill tertentu.
3. Metode Program Komputer (CAI=Computer
Assisted Intruction)
yaitu
teknik pembelajaran menggunakan program komputer. Misalnya pembelajaran Teknik
Akuntansi Keuangan menggunakan program DEA.
4. Metode Demonstrasi (Demonstration).
Yaitu
teknik pembelajaran menggunakan contoh riil untuk menunjukkan proses
mengerjakan sesuatu. Misalnya pembelajaran teknik merawat wajah dengan produk
kosmetika tertentu dengan demo.
5. Metode Observasi Terarah (Directed
Observation).
Yaitu
teknik pembekajaran menggunakan kegiatan pengamatan terarah untuk meningkatkan
pengertian, pengetahuan, pada penilaian terhadap obyek tertentu. Misalnya
pembelajaran teknik promosi dengan mengamati Iklan sebuah produk.
6. Metode Tutorial.
Yaitu
teknik pembelajaran dimana pembelajaran diberikan secara individual dengan
hubungan langsung antara guru dan siswa. Model ini biasanya diberikan juga
dengan modul atau materi tertulis yang diberikan guru.
7. Metode Gaming (Permainan).
Yaitu
teknik pembelajaran menggunakan kompetisi fisik dan dan mental sesuai dengan
peraturan permainan yang ditetapkan. Misalnya pembelajaran keberanian mengambil
risiko dengan rapling dan terjun ke laut (out bound).
8. Metode Simulasi.
Yaitu
teknik pembelajaran di mana siswa harus menirukan situasi kejadian yang
senyatanya. Misalnya simulasi cara menanggapi keberatan (komplin) konsumen
menggunakan komunikasi via telepon.
9. Metode Diskusi.
Yaitu
teknik pembelajaran menggunakan saling tukar pendapat mengenai suatu topik atau
masalah untuk akhirnya diambil suatu kesimpulan.
10. Metode Drama.
Yaitu
teknik pembelajaran menggunakan penafsiran secara ekspresif (menggunakan kata
dan tindakan) terhadap suatu konsep, ide atau peran.
11. Metode Eksperimen.
Yaitu
teknik pembelajaran menggunakan proses yang terencana, dengan pemberian
treatment (perlakuan) tertentu pada obyek serta kontrol terhadap terhadap
variasi perubahan dan diikuti dengan pengamatan terhadap hasilnya, sehingga
dapat menilai benar tidaknya suatu hipotesis.
12. Metode Field Experience (pengalamana
Lapangan).
Yaitu
teknik pembelajaran menggunakan praktik sesungguhnya di lapangan kerja.
13. Metode Laboratorium Experience.
Yaitu
teknik pembelajaran menggunakan fasilitas lab. untuk mempraktikan teori dengan
melalui percobaan maupun riset.
14. Metode Modeling and Imitation (metode
tiruan).
Yaitu
teknik pembelajaran menggunakan model atau tiruan suatu obyek untuk latihan dan
meningkatkan keterampilan. Misal pembelajaran teknik pajangan/etalase dengan
tiruan.
15. Metode Problem solving.
Yaitu
teknik pembelajaran menggunakan masalah yang harus dicari alternatif
pemecahannya oleh siswa dan melakukan testing atas alternatif pemecahan
tersebut. Contohnya pembelajaran tentang Harga Pokok dengan Jobsheet.
16. Metode Pembelajaran Terprogram (Program
Instruction).
Yaitu
teknik pembelajaran setapak demi setapak sesuai kecepatan (akselerasi)
masing-masing siswa. Biasanya metode ini diberikan dengan modul kemnudian siswa
harus menjawab pertanyaan yang diajukan dan mencocokannya dengan kunci jawaban
yang tersedia, benar/salahnya jawaban (respon) yang ia berikan.
17. Metode Project Work (Kerja Proyek).
Yaitu
teknik pembelajaran untuk memperdalam pemahaman, keterampilan, penemuan dan
pemecahan masalah dengan pemagangan di suatu lembaga (misalnya perusahaan) dan
menyusun laporan secara tertulis.
18. Metode Resitasi (pelaporan).
Yaitu
teknik pembelajaran, dimana siswa (individual atau kelompok) mempelajari suatu
topik tertentu dan laporan hasilnya disampaikan kepada siswa lainnya.
19. Metode Inquiry (menemukan sendiri).
Yaitu
teknik pembelajaran di mana siswa hanya diberi topik tertentu, kemudian siswa
diminta mencari apa masalah yang ada di balik topik itu, kemudian mengkaji
sendiri teori yang relevan, menyusun hipotesis dan mengujinya hingga menemukan
hasil kesimpulannya sendiri. Contohnya siswa diminta meneliti tentang
bankrutnya bisnis peternakan ayam ras di Yogyakarta.
thank you...............